RSS Feed

[Note] Untitled

Ceritanya ini lagi nggak nge-post FF, walaupun ini juga kayaknya tergolong fiksi. Ini cuma semacam, ehm.. note?Yeah, maybe I’ll call it like that. Note to myself. Note to everyone who read it. Jadi mohon dimaklumi kalo ini geje dan typo bertebaran..

Terima kasih untuk salah seorang sahabat  terbaik yang kupunya di ujung sana. You’re one of my best friend I ever had. Thanks for your inspiration! dan terima kasih untuk mau diganggu ketika bersihin paguponnya wkwkwkwk…

Enjoy it!

***

Gerimis turun teratur sejak sore ini. Konstan. Membuatku tak bisa keluar, atau lebih tepatnya malas keluar. Alhasil aku hanya duduk di kamar menatap layar laptop, menekuni Microsoft Word dan mengetikkan beribu huruf di sana. Lebih tepatnya 5000 kata. 2000 kata pun aku belum dapat, padahal sudah hampir 3 jam aku tak beranjak dari sini. Aku merenggangkan tubuhku, berharap semoga teknik ini mampu me-refresh otakku, seperti ketika kau menekan CTRL+R di browser internet ketika halaman yang kau buka tak kunjung muncul. Tapi sayangnya aku bukan internet browser.

Mataku tiba-tiba tertuju pada sebuah foto yang terletak di salah satu sudut meja belajarku. Aku meraih bingkai foto yang berdebu itu. Ini fotoku ketika aku ikut festival olahraga di sekolah . Waktu itu aku masih kelas 2 SD. Aku ikut lomba lari antar kelas. Aku memang tidak menang, tapi aku cukup senang karena aku bisa mewakili kelasku dan setidaknya aku mengalahkan anak kelas 5. Hahahaha.. itu yang dikatakan ibuku. Aku mengambil selembar tisu lalu membersihkannya. Baju seragam olahraga warna kuning menyala tampak semakin bersinar diterpa sinar matahari dengan latar belakang halaman sekolah, aku tampak tersenyum lebar khas anak SD dengan model rambut kucir kuda. Ternyata aku cukup menggemaskan juga dulu, hahaha!

Aku masih ingat, saat itu sebenarnya aku tidak ingin difoto. Aku tidak suka difoto. Rasanya aneh melihat pantulan diriku dalam bentuk digital. Tapi ayahku memaksaku. Katanya “Ayah ingin selalu dapat melihat putri kecil ayah.” Sebenarnya aku tidak tahu apa maksud ayah saat itu. bukankah ayah selalu bisa melihatku setiap hari? kami kan tinggal bersama. Tapi akhirnya aku menurut apa kata ayah. setelah aku beranjak dewasa aku baru mengetahuinya. Ayahku menyimpan foto itu di dompetnya, di dekat foto ibu. Entahlah,aku merasa cukup tersentuh.

Hubunganku dengan ayahku bisa dibilang, hmm.. ya.. lumayan baik. tidak, aku tidak bilang hubungan kami buruk. Ayahku hanya tidak banyak bicara. Kami hanya bicara jika memang perlu. ayahku juga bukan tipe ayah romantis. Setidaknya itu yang kupikirkan, sampai ketika aku tak sengaja menemukan buku harian ayahku, sebulan setelah pemakamannya. Ada rasa penyesalan yang menyelinap dalam diriku. Kenapa baru sekarang aku tau?

Oh, ini membuatku merindukan ayahku. Aku menggigit pelan bibirku lalu menarik nafas panjang. Kukembalikan foto itu di tempat asalnya dan kembali menatap essayku. 10 detik. 30 detik. 1 menit. 3 menit. 5 menit.  Tidak ada yang kutulis, satu kata pun. Selama 5 menit itu aku hanya menatap kosong layar laptop, sesekali jariku menggerakkan kursor. Aku kembali menarik nafas dalam-dalam sambil memejamkan mata sejenak. Hingga akhirnya hanya dua tombol yang kutekan, CTRL+S lalu menyentakkan kursi.

Di luar gerimis masih menggantung di langit. Aku meraih ponselku lalu berjalan menuju jendela kamarku. Aku menekan salah satu nomor panggilan cepat. Nomor ibuku. Ketika hendak menekan nonor itu, tiba-tiba jariku berhenti. ini sudah terlalu larut untuk menelpon ibuku. ibu pasti sudah tidur. maka aku segera menekan tombol pesan dan menuliskan beberapa kalimat sederhana

Bu, aku rindu. Bagaimana kabar ibu? Semua baik-baik saja, bukan?

Aku tersenyum kecil begitu aku menekan tombol ‘send’. Ahh.. seandainya aku bisa melakukan ini pada ayahku. Aku menghela nafas lagi lalu menatap langit, menerobos rintik-rintik hujan.

Bagaimana kabar ayah? apa ayah baik-baik saja? ah.. tentu saja baik. aku rindu ayah. sangaaat amat rindu. Aku ingin bertemu ayah. tapi aku tidak tau bagaimana caranya. Bisakah.. bisakah ayah menemuiku malam ini? aku benar-benar ingin bertemu dengan ayah. Kuharap Tuhan mengijinkan ayah untuk menjengukku malam ini.

Aku menggigit bibirku semakin keras. Bulir-bulir air turun, membasahi wajahku seperti rintik hujan yang membasahi kaca jendela. Sesekali aku menghela nafas panjang, berusaha meredam sesuatu yang bergemuruh di dalam dadaku. Rasanya sesak sekali. Rasanya ingin kutumpahkan semuanya. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak ingin membuat keributan kecil malam-malam begini di asrama. Untuk beberapa saat aku membiarkan kulitku bersahabat dengan kaca jendela yang sangat dingin malam ini. Membiarkan dadaku sesak. Membiarkan hidungku semerah tomat dengan wajah sembab dan rambut berkeliaran tak beraturan. Membiarkan kepalaku sedikit sakit karena menahan tangis. Aku hanya menatap kosong bias bulir-bulir air hujan yang ditempa lampu kamarku, sementara kristal-kristal bening itu terus membentuk aliran kecil di wajahku.

Masih dengan sisa-sisa isakan aku mengambil foto itu lalu duduk di ujung tempat tidur. Aku memang sengaja tak membawa foto ayahku dan ibuku. Itu hanya membuatku selalu ingin pulang dan merindukan mereka. Itu sangat menyiksa. Bagiku foto ini sudah lebih dari cukup. Foto ini mampu menceritakan banyak kisah, mampu menyiratkan banyak kenangan. Aku berusaha tersenyum di sela isakku dan otakku memutar kembali film pendek. Terus berulang-ulang tanpa henti hingga membuatku lelah dan terlelap.

-END-

Advertisements

About dkcappucino

A small person in a world of big people || dkhapsari.tumblr.com

6 responses »

  1. dkcappucino lg seneng ujan2an~ kkk~

    tulisanmu kok ttg ujan mlulu di? mentang2 musim ujan. hatimu pun khujanan… 😀

    Reply
  2. chibisukechan

    i bissuri ga nimoksorinji~ *niatnya mau nyanyi rain sound ngga tahu tulisannya bener apa ngga*
    dian kamu so sweet ^^
    and this is an awesome short story ^^ *ceritanya mau speaking english biar ikutan keren kayak Kris*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: