RSS Feed

The Day

dian projek Tittle: The day Author: dkcappucino Casts: Tao (EXO) | Emily (OC) | Find by yourself! Genre: Fluff Length: Vignette (2856 words) Disclaimer: The story is officially mine. The casts belong to themselves and me, of course (especially EXO members). And thanks to Hesti for the nice illustrations! You can visit her tumblr here.

Tao lupa tentang hari ini-

 

Dia romantis. Aku tidak. Itulah gambaran mengenai aku dan kekasihku, Tao. Tao adalah pria yang romantis, pria yang diidamkan-idamkan seluruh gadis. Kalau diibaratkan dia seperti ksatria berkuda putih yang siap melayani sang putri. Sayangnya aku bukan gadis-gadis itu. Aku orang yang simple dan blak-blakan. Bahkan kata teman-temanku aku AGAK kurang sensitive. Tidak ada satu pun kalimat puitis yang mampir di benakku. Tidak ada kisah romansa khas novel-novel cinta yang mendayu di kamusku. Aneh? Ya! Bahkan kami sendiri tidak tau mengapa kami akhirnya bisa jadi sepasang kekasih. Yang kami tau, kami cukup menikmati ini. Kalau bagiku mungkin karena Tao tidak terlalu cheesy, seperti Chanyeol— temanku yang sering menggombali gadis-gadis (hal yang paling kubenci dari pria). Mungkin juga karena kami… berjodoh? Aku masih ingat saat pertama kali dia menawarkan kencan pertama di bangku taman kampus. “hai Em! Kenapa sendirian di sini?” tanyanya lalu duduk di sebelahku. “menunggu danbi. Dia sedang menemui Pak Lee” “Ada apa memangnya?” “entahlah.. tadi Pak Lee memintannya menemui di kantor. Kau sendiri, mau pulang?” “iya.. tapi aku masih malas.. panas sekali hari ini..” ujarnya sambil menyelonjorkan kaki panjangnya. “kau kan bawa mobil,” sahutku. Ia terdiam sejenak lalu mengambil ponsel di sakunya. Ia menggerak-gerakkan matanya, selaras dengan gerakan jarinya yang meluncur di layar ponsel. “waah.. ada film baru..” gumamnya. “Em kau suka film animasi?” “huh? Ehm.. tergantung.. memangnya film apa itu?” aku mencondongkan tubuhku ke arahnya. “Gnomeo and Juliet..” “ah! itu! kudengar animasinya lumayan bagus. Memangnya sudah ada di bioskop?” “sudah. Baru saja.. ehm.. mau nonton?” Aku mengangguk. “tapi.. danbi pasti tidak mau. Dia tidak suka film animasi, katanya kekanak-kanakan.. coba besok aku tanya yang lain..” ceracauku. “mau nonton denganku?” “huh?” “iya! Akhir minggu ini! kau ada acara tidak?” “ehm.. tidak sih..” jawabku ragu. “ya sudah! Baiklah!” “aku akan menjemputmu!” katanya girang. Aku sebenarnya tak ambil pusing soal itu. Maksudku, tidak ada firasat atau perasaan apa pun. Biasa saja. Tapi ketika aku menceritakan ini pada sahabatku, Danbi, dia berteriak histeris. Dia bilang “itu bukan pergi nonton biasa Emily! dia mengajakmu berkencan! BERKENCAN!”Kemudian dia melanjutkan dengan membicarakan sejumlah fakta konyol bahwa tao menyukaiku. Sementara aku hanya tertawa dan membalasnya dengan “kau berlebihan!” Akhir minggu itu, dia menepati janjinya. Dia bahkan tidak terlambat barang semenit pun. Setelah menonton bioskop, kami iseng mencoba mesin mainan pengambil boneka. Kami tidak berhasil mengambil satu boneka pun dan yang lebih parah, kami hampir saja menguras isi dompet kami di mesin bodoh ini. Setidaknya kami harus berterima kasih kepada beberapa orang yang tengah mengantri, menunggu kami dengan tatapan kesal. Setelah itu kami makan, membeli es krim, dan dia mengantarku pulang. biasa saja bukan? Tapi entah mengapa saat itu aku merasa sangaaatttt senang! ^^ Aku juga masih ingat saat pertama kali dia menyatakan perasaannya padaku. Itu terjadi kira-kira sebulan setelah acara nonton bersama. Waktu itu kami sedang ‘terjebak’ di kuliah umum Pak Jung yang sangat amat membosankan. Aku sudah menghabiskan 5 bungkus permen untuk menahan kantuk. Kyungsoo yang duduk di barisan kedua dari depan saja sudah terbang ke alam mimpi. Soojung yang duduk di depanku tampak memainkan ponsel di balik bukunya, sesekali dia terlihat cekikikan sendiri. pasti sedang chatting dengan kekasihnya, Kai, mahasiswa jurusan seni itu. Minhee yang rajin saja sudah meyerah dengan catatannya dan berkali-kali bertanya padaku. “jam berapa sekarang?” Aku sudah hampir tertidur kalau saja tao tidak menyenggol sikuku. “mengantuk ya?” katanya pelan sambil tertawa kecil. Aku hanya menyeringai dan mengangguk lemah lalu membenarkan posisi dudukku. Ia kemudian menyodorkan secarik kertas kecil padaku. “ini, semoga bisa membuatmu terjaga..” katanya seraya mengerling. Aku mengerutkan kening. Apa ini? dan begitu kubuka seketika itu seluruh organku dari atas sampai bawah mulai teraktivasi, berusaha secepat mungkin mengumpulkan kesadaranku.  Hanya ada satu kalimat di sana. KAU MAU JADI KEKASIHKU KAN? 😀 Aku menoleh ke arahnya. Apa maksudnya? Tapi dia hanya mengulum senyum sambil mengedikkan bahu. Aku kembali menatap kertas itu. rasanya ruangan menjadi semakin panas. Jantungku memompa lebih cepat. Aku merasakan seperti ada sekumulan kupu-kupu yang beterbangan di perutku, dan tampaknya wajahku memerah. Tiba-tiba, entah atas dasar apa, langsung kusambar pensil yang tergeletak di binderku. Kutulis balasan di sebaliknya, besar-besar. WHY NOT? 😛 Hey, kukira dia bercanda, tapi ternyata ini sungguhan! Meskipun begitu aku tidak menyesalinya.. 😛 Setelah itulah aku mempercayai perkataan danbi saat itu. dan mulai saat ini aku harus mulai terbiasa dengan adegan-adegan romansa khas novel. *** Author POV Hari Jumat, hari yang SEHARUSNYA adalah hari ketika para mahasiswa jurusan arsitektur tingkat 3 berangkat pukul 10.00 dan selesai pukul 14.00. tapi Pak Jung memaksa mereka untuk datang pukul 07.30 dan mengikuti ujiannya. Padahal ada sekitar 6 handout yang harus dipelajari. Belum lagi kemarin Luhan, salah satu anggota tim basket, membawa berita buruk bagi Tao. “hey tao! besok pagi kita latihan ya..” katanya ketika mereka bertemu di kantin. “besok pagi? Besok pagi aku ada ujian. Lagipula kemarin Selasa kan kita baru saja latihan..” “oh? Ya sudah setelah kau ujian saja. Kita sepertinya harus memperbaiki strategi kita. Kris baru memberitahuku tadi.“ “besok selasa saja ge. Besok ada ujian pagi-pagi buta, kau mau membunuhku?! ” “tidak bisa tao. Harus besok! HARUS! Kata kris kita harus melakukan semua ini sebelum minggu depan, karena Pak Kang akan mengevaluasi permainan kita.” Rasanya ia ingin menggantung Kris di tiang bendera (tiang basket terlalu pendek untuk kris).  “haah~ baiklah..” desah tao. Sepertinya ia sudah malas berdebat. Belum cukup sampai di situ, selesai ujian Jimin mengajaknya untuk membahas tugas kelompok.  “setelah ini aku ada latihan, bagaimana?” “jam berapa?” tanyanya. “sekarang. Luhan ge sudah menungguku..” “oh.. begitu..” gumamnya. “kira-kira selesai jam berapa?” “entahlah. Sepertinya ada banyak hal yang harus kami lakukan. ada pertandingan sebulan lagi. kalau kalian mau membahasnya tanpa aku juga tidak masalah. Aku akan ikut apapun keputusan kalian..” kata tao. “ya sudah kita bisa membahasnya saat kau istirahat nanti. Lagipula yang lain juga masih sibuk,” jawab jimin ringan. “aku akan menghubungimu nanti. Selamat latihan!” jimin melambaikan tangan lalu melenggang pergi dengan santai. Sementara Tao hanya menatapnya kesal. Rasanya dia ingin memasukkan gadis itu ke ring basket. Tao bergegas menuju lapangan basket. Namun, langkahnya tehenti karena sebuah suara. Itu suara Emily. “Zitao!” gadis itu tampak berlari kecil, membuat rok hitam selututnya bergoyang ke sana kemari. Hey tunggu? Rok? Emily memakai rok?! Ya! Emily, si gadis celana jeans itu hari ini memakai rok. Kenapa? karena hari ini adalah hari special! “mau ke mana?” tanya Emily. “ehm.. Em, apa kau baik-baik saja?” tanya Tao sambil memegang dahi Emily. “eo? I-iya..” Emily mengangguk ragu. “a-ada apa?” tanya Emily terbata. Ia menahan senyumnya. Dadanya berdesir hebat, Kira-kira apa yang akan dia katakan ya melihatku seperti ini? “kau.. agak pucat hari ini. apa kau sakit?” kata tao. Seketika itu bahu Emily menurun. “paling kurang tidur,” jawabnya sedikit ketus. “kalau begitu, sekarang kau harus pulang dan tidur,” kata tao sambil mencolek ujung hidung Emily. “tidak bisa. Aku harus mengerjakan tugas bersama Minhee. Kau mau ke mana?” “hey tao! Mau latihan?” tanya Sunyoung yang tiba-tiba lewat. Ia tampak membawa beberapa proposal di tangannya. “uhm.. ya.. kau?” “aku mau ke departemen olahraga. Ada proposal yang harus kuantarkan.” “oh.. aku juga mau ke departemen olahraga dulu,” kata tao. “kau mau ikut Em?” “tidak. aku kan sudah bilang, aku mau mengerjakan tugas dengan Minhee,” jawab Emily. “apa kau yakin? Kau tidak mau melhatku latihan?” “aku harus menyelesaikan tugasku Zitao. Lain kali saja,” sahut Emily. “ya sudah kalau begitu. kami pergi dulu ya.. nanti kuhubungi,” kata tao. “kami duluan ya Em!” kata sunyoung. Emily hanya membalas dengan segaris-senyum- tidak-ikhlas. Bukan, bukan karena dia cemburu pada sunyoung. Dia 100% bisa mempercayai tao. Tapi karena… ini hari special mereka dan tao SAMA SEKALI TIDAK MEMBAHAS SOAL ITU. “ehm.. tao, apa Emily baik-baik saja?” tanya sunyoung ragu. “tenang saja, dia bukan tipe pencemburu kok..” jawab tao. “bukan.. bukan itu maksudku. Dia tampaaaakk… berbeda?” “oh itu.. iya kurasa dia sedang tidak enak badan. Wajahnya sedikit pucat. Oh tunggu!” tiba-tiba tao menghentikan langkahnya. “tanggal berapa ini?!” “21. Kenapa?” “aahh~ aku tau! Sepertinya dia sedang… datang bulan,” kata tao pelan. Sementara itu, Emily tengah berkutat dengan tugasnya di salah satu bangku taman bersama minhee. Beberapa lembar kertas dan buku tampak berceceran memenuhi meja. Emily meletakkan kepalanya di atas tumpukan kertas-kertas itu sambil bercerita pada minhee. Tangannya terus bergerak memainkan pulpen. “padahal kan aku sudah susah payah berdandan seperti ini,” keluhnya. “memang darimana kau dapat ide itu?” “dari majalah online,” jawab Emily sambil bangkit dengan malas. Minhee menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Emily prihatin. “sudahlah, Em. jangan terlalu dipikirkan. Mungkin dia mau memberi kejutan makanya dia bersikap begitu,” sahut minhee. “katamu dia sering melakukan hal-hal tidak terduga kan.. tahun lalu saja dia membuatmu khawatir setengah mati karena dia bahkan tidak mengirimkan satu SMS pun saat hari jadi kalian yang pertama..” Emily masih ingat, saat itu tanggal 21 Juli tahun lalu. Dia hampir gila karena Tao seperti hilang ditelan bumi. Tidak ada kabar apapun darinya. Lalu saat tengah malam Tao datang ke rumahnya sambil membawa sebuah cheese cake kesukaan Emily. Ada tulisan ‘HAPPY 1ST ANNIVERSARY’ di sana dan Tao berkata “kau tahu kenapa aku datang saat tengah malam di akhir hari ini? itu karena aku ingin menjadi orang yang terakhir sampai di detik terakhirmu.” Terdengar chessy tapi entah kenapa emily sangat menyukainya. Seulas senyum terkembang dari wajah emily. “hm.. iya ya.. benar juga..” jawabnya sambil menyeruput milk shake-nya. *** 05.45 PM. Emily masih duduk di bangku taman sambil menatap layar laptopnya. Minhee sudah pulang sejak tadi, begitu mereka selesai mengerjakan tugas. “Emily? apa kau melihat minhee?”tanya sunyoung yang tiba-tiba datang. “dia sudah pulang dari tadi. Ada apa?” “aku mau mengembalikan bukunya. Tadi aku melihat kalian mengerjakan sesuatu di sini. melihatmu belum pulang, kupikir minhee juga masih di sini,” jawab sunyoung. “oohh.. kami sudah selesai, jadi dia langsung pulang.” “kau sendiri, kenapa belum pulang?” “eo? aku? ehm.. masih ada yang harus kukerjakan,” jawab Emily sambil menyeringai. “bilang saja menunggu Tao,” goda sunyoung. Emily hanya menjulurkan lidah sambil tersipu. “dia masih latihan, mungkin sebentar lagi selesai. Kenapa kau tidak menunggu di sana saja?” Emily menggeleng. “di sini saja,” jawabnya. “baiklah, aku duluan Em. sampai jumpa!” ucap sunyoung. “oh ya! ngomong-ngomong hari ini kau tampak keren. Aku suka style-mu hari ini. Hey, apa hari ini hari spesial kalian?” tebaknya. Emily membulatkan mata. “hey! kau bisa membaca pikiranku? Dari mana kau tau?!” “hahahahaha! Ayolah Em! bahkan bibi penjaga kantin saja tau,” sahut sunyoung. “benarkah?! Apa terlihat begitu jelas?!” Sunyoung hanya tertawa. “sudah ya, aku pulang dulu! semoga berhasil! Fighting!” katanya lalu pergi. 06.10 PM, dan Emily sudah menguap lebih dari 7 kali. Nampaknya juga belum ada tanda-tanda kedatangan tao. Bahkan tidak ada satu SMS pun darinya. Emily mulai lelah dan memutuskan untuk mengemasi buku-bukunya yang masih berserakan. “aish! Huang zi tao!” rutuknya. Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara berisik tim basket yang baru saja selesai latihan. Seketika itu kesadaran Emily langsung meningkat. Sebentar lagi pasti mereka lewat sini. Ia buru-buru kembali duduk di depan laptop dan merebahkan kepalanya di meja sambil memasang muka kusut. “nanti begitu tao lewat dan melihatku dia pasti akan terkejut dan berkata “astaga Emily! apa kau menungguku?” lalu dia akan meminta maaf karena dia ‘mengabaikanku’ tadi pagi. dan dia akan memberiku kejutan yang sudah disiapkannya. Hm.. sempurna!” pikirnya. Mereka semakin mendekat. dalam posisi seperti ini Emily bisa mendengar jantungnya yang berdegup sangat kencang. “hey.. kalian harus tau, poko sekarang sudah punya pacar,” kata chanyeol. “kau sudah memceritakan itu tadi siang chanyeol,” sahut junmyeon. “oh ya? apa aku juga sudah cerita soal pacar poko itu?” “dia jenis golden retriever dengan pita merah muda di lehernya, namanya Mimo. Pemiliknya adalah seorang gadis berambut sebahu dari kompleks sebelah. Kau tidak tahu siapa namanya dan kau naksir dengannya,” sahut baekhyun. “bagaimana kau bisa tau?” tanya chanyeol. “hari ini kami sudah mendengarnya 3 kali chanyeol,” sahut kris. “oh ya mana catatanku?” tanya kyungsoo. “astaga! tertinggal di rumah!” seru tao. kyungsoo mendelik. “pokoknya aku mau memakainya hari ini.” “tapi aku tidak bisa mengantar ke rumahmu malam ini. besok saja ya?” rengek tao. “tidak bisa. pokoknya malam ini. memangnya kau mau ke mana?” “ehm.. tao..” sela yixing sambil menyenggol lengan tao. “tentu saja kyungsoo, ada hal penting yang harus kami lakukan!” kata Emily dalam hati sambil menahan senyum. “hari ini episode terakhir drama kesayanganku~” “DRAMA?! EPISODE TERAKHIR?!  APA DIA BERCANDA?!” Emily mempertajam pendengarannya. Sekarang mereka tengah lewat tepat di samping Emily—dan mereka tidak tau (terutama tao). “YA!” seru kyungsoo. “pokoknya aku tidak mau tau. Nanti malam kau harus mengembalikan catatanku.” “ahh~ kyung-“ “zitao!” bisik yixing. “tunggu sebentar ge,” sahut tao. “memangnya se-” “HUANG ZI TAO!!” seru Emily. Seketika itu mereka langsung menoleh ke belakang, melihat Emily yang tengah berdiri sambil melipat tangan di dada. Wajahnya tampak ditekuk. Matanya menatap tajam ke salah seorang di antara pria-pria itu. “Emily? k-kau masih di sini?” tanya tao polos. “kupikir kau sudah pulang. oh, hey.. astagaa.. kau..” lanjutnya ketika ia melihat Emily dari atas sampai bawah. Emily mendengus. “jadi kau benar-benar tidak ingat?” Tao menaikkan alisnya. “Ingat? Tentang apa?” gumamnya dalam hati. hari ini? ehm.. episode terakhir drama kesayangan tao? Ya. tapi Emily tidak suka menonton drama itu. Jadwal bulanan Emily? hm.. entahlah.. tapi pasti juga bukan itu, lagipula kalau iya memangnya mau apa? oh tunggu! Ini kan tanggal 21 Juli? Ini kan.. “baiklah! Tugas rumah untukmu tao!” kata Emily ketus lalu berbalik pergi. “ada apa dengan kalian?” tanya jongdae. “astaga! Emily! tunggu!” seru tao. “kalian duluan saja,” kata tao lalu bergegas mengejar Emily. “mereka kenapa?” ulang jongdae. “hari ini hari jadi mereka dan dia lupa,” sahut sehun. “ayo! Ada yang harus kita lakukan. aku puny ide!” seru minseok. Sementara itu…. “maafkan aku Em.. aku benar-benar tidak sengaja..” “hm.. ya.. aku tau. Kau sangat sibuk hari ini,” sahut Emily sambil terus berjalan. “sungguh.. aku tidak bermaksud melupakannya. Argh! Aku benar-benar bodoh! Kemarin padahal aku sudah menandai kalenderku besar-besar dengan tinta merah. tapi gara-gara ujian tadi pagi aku bahkan tidak sempat sarapan dan… dan….” “….” Emily terus melangkah tanpa sedikitpun menoleh pada tao. “aku akan melakukan apapun untuk menebus kesalahanku. Katakan Em, apa yang kau inginkan?” “tidak perlu.” “ayolah Em.. jangan seperti ini.. kumohoooonnnnnn,” pinta tao di depan Emily. Emily hanya melihat tao sekilas lalu melewatinya. “Emily!!! ayolah… aku minta maaaaafff~~” rengek tao lalu kembali berusaha menyejajari emily. “Em!” tao menarik tangan Emily. “oh, maaf.. apa terlalu kencang? Apa tanganmu sakit? coba kulihat..” Emily menyentakkan tangannya. “cepat katakan! kalau bukan hal yang penting aku ingin pulang!” “ehhh! Tunggu! Tunggu!” cegah tao. Emily masih menatap tao dengan tatapan sadisnya. “aku benar-benar minta maaf Em.. aku sungguh tidak bermaksud melupakan hari ini. kumohon dengan sangat Em.. tolong maafkan akuuu…. Aku akan melakukan apapun yang kau inginkan.. ya em? tolong maafkan akuu.. ini tidak akan terulang lagi. aku janji!” Emily diam sejenak. “sudah selesai? Kalau sudah, aku mau pulang,” katanya lalu pergi. “Emilyyy~~” desah tao. Tiba-tiba tak jauh dari tempat mereka terdengar suara letupan-letupan di langit. Percikan-percikan berwarna-warni tampak menghiasi langit yang sudah gelap. Mereka berdua terdiam sejenak menatap langit yang dihiasi parade kembang api. Kemudian terdengar suara riuh dari tempat kembang api-kebang api itu berasal, itu teman-teman tao. Mereka membentangkan beberapa kertas dengan ukuran raksasa, ehm.. mungkin semacam spanduk. HAPPY  2nd ANNYVERSARY ZI TAO & EMILY ROMANTIC KUNGFU PANDA & UNSTOPPABLE PETITE PUPPY “UNSTOPPABLE PETITE PUPPY?!” seru Emily lalu menoleh ke arah tao. Tao menggeleng cepat. Emily kembali melihat ke arah 11 orang pria gila yang tampak menyeringai dan tertawa lebar itu. Emily menggeleng-gelengkan kepala. “haah~” desahnya sambil menahan senyum. “Em?” tao berdiri tepat di belakang emily. “hm?” “kau.. masih marah?” tanyanya hati-hati. Emily berusaha menahan tawa. “kalau iya, apa yang akan kau lakukan?” Tao beralih di depan Emily. “aku akan melakukan apapun yang kau mau.” “benarkah?” “kalau begitu setelah ini aku mau kau mentraktir teman-temanmu, hm? Bagaimana?” Tao membulatkan matanya. “mereka? ber-11?” Emily menggeleng. “13. Ditambah aku dan kau,”kata Emily sambil menunjuk dirinya dan tao bergantian. Tao tersenyum lebar. “jadi kau sudah tidak marah?” “kau mau aku marah?” “tidak! tidak! ini sudah cukup! baiklah! Kapan? Sekarang? besok? Lusa?” “akhir minggu ini,” jawab Emily sambil tersenyum. “YES!” seru tao girang. Ia menoleh ke arah teman-temannya, tapi mereka sudah tidak ada di sana. “oh? cepat sekali mereka pergi..” Emily hanya tertawa. “aku penasaran dari mana mereka mendapatkan julukan-julukan aneh itu?” Tao mengangkat bahunya. “yang kutahu kau sangat cantik hari ini. kau harus sering-sering memakai pakaian seperti ini.” tao mendekatkan wajahnya pada Emily, membuat pipi Emily bersemu merah. tao tertawa melihatnya. “sudahlah. Ayo pulang!” ajak emilly. “hey.. Em.. tapi kalau dipikir-pikir julukan itu lucu juga. Petite puppy?” goda tao. “aku kan tidak semungil itu.. lagipula aku bukan anak anjing..” “benarkah?” tao membandingkan tubuhnya dengan tubuh mungil Emily yang tidak lebih tinggi dari pundaknya. “hentikan itu tao..” kata Emily. “hahahaha! Kalau kau anak anjing aku akan merawatmu..” “tidak ada panda yang merawat anak anjing..” “aku akan membuatnya ada!” “coba saja! karena aku akan melarikan diri ke rumah chanyeol dan kemudian menikah dengan poko..” “menyerahlah anjing kecil~ saat itu poko sudah menikah dengan mimo dan mereka punya anak yang sangat banyak sampai-sampai luhan dan xiumin tidak bisa main sepak bola lagi di halaman rumah chanyeol..” “ haah~ cerita macam apa itu..” Tao berhenti di depan Emily dan mendekatkan wajahnya sambil tersenyum. “kalau kau mau tau kelanjutannya kau tidak boleh lari tuan panda..” katanya sambil mengerling jenaka. Yaaa… tentu saja anjing kecil tidak bisa melarikan diri dari tuan panda. Kenapa? karena tuan panda punya bulu-bulu yang selalu menghangatkan tubuh mungil si anjing kecil. dian projek 2

-THE END-

A/N Setelah sekian lama ff ini mengendap di folder, akhirnya ff ini selesai juga. Jujur aja, sesungguhnya aku merasa gagal bikin ff macam ini. jadi maaf kalau ff ini gagal hehe.. *grin* Kenapa tao? Karena aku sebel kalau dia perkenalan di acara-acara gitu. Panjaaaaaaaanggg bangeettt. Terus mana nadanya datar gitu..  -_- Dan kenapa namanya Emily? karena aku udah lamaaaaa banget pengen pake nama itu. tapi gagal terus. Dan sekaranglah saatnya!! Hahaha.. Next ff? ehmm.. sebenernya udah siap posting, tapi bulan depan mungkin? Hahaha.. Okay! Thanks for reading. Comments and likes are much appreciated. Danke! ^_^

Advertisements

About dkcappucino

A small person in a world of big people || dkhapsari.tumblr.com

12 responses »

  1. cieeee~ udah terbit juga di ^^
    bagus loh.. TaoLy cute deh, kontras gitu XD tapi Emily kayak dian ya.. kecil dan pe*dek ‘-‘v
    hahahha
    paling suka pas Tao nembak Emily >.< bikin mau pingsan ya XD

    Reply
    • makasiihh itaa.. ^_^
      padahal aku merasa ini agak gimanaaa gtu lho soalnya aku nggak pinter bikin fluff hehe..
      eh.. padahal si Emily itu lbh tinggi dari aku lho ta.. aku nggak bisa bayangin klo aku berdiri di samping zitao.. -_-
      aaakkk! ita jangan pingsaaa! *panggil d.o
      btw, makasih udah mampir yaa… ^_^

      Reply
      • haha sama-sama dian ^^
        fluff itu apa ya? O__O aku buta banget kalo soal genre-genrean ‘-‘
        ah, kalo kamu berdiri di samping tao trus semisal tao difoto setengah badan, kamu ga keliatan d fotonya di ‘-‘v

      • ehm.. semacam ff yg romantiiiiiisss banget, ada yg bilang kyk sugar sweet gtu. biasanya ffnya sederhana, ga yg pelik-pelik hehe..
        T.T jangan diperjelaaaasss itaa.. aku kan jadi maluuu.. >,<

      • oooo gitu ^^ i see i see 😀
        lah kan..
        faktanya emang gitu di ‘-‘

  2. oke, aku cuma penasaran kenapa kamu milih Huang Zi Tao si panda super narsis itu…tapi udah kamu jawab hehehe

    anyway, IT’S FLUFFY FLUFFY FLUFFY >..<

    Reply
    • iyaaaa… suka kesel aja nungguin dia perkenalan. yang lain cuma satu dua kalimat, eehh.. dia makan durasi banyak haha.. << nggak terima banget
      ahahaha… super duper thanks! ^^

      Reply
  3. tanggung jawab ya kalo aku kena diabetes hehe
    and I like that ‘petite puppy’ idea, that’s you right ? hehe

    ah, aku boleh bantuin tao gantung kris di tiang bendera ga ? hehehe ^^v *siap” lari sebelum di cincang dian’
    btw, ditunggu lho ff yang selanjutnya ^_~

    Reply
    • bulan depan aku kasih penawar diabetesnya deeehh… ehehehehe…
      tau nggak waktu aku nulis itu aku bayangin siapa? ahahahaha.. aku bayangin mukanya baekhyun.. XP
      boleh sih.. tapi gantunginnya di tiang bendera cinta aku~ *hoeek!*
      aduuuh onew, kayaknya aku nggak bisa move on nih dari kris. soalnya dia cute gitu pas foto sama suho di london.. >.<
      ehmm.. bulan depan yaaa… ^.~

      Reply
  4. aku gagal bayangin image tao yg dbilang kece~ soalnya terlanjur berkonsep klo tao itu bayi. childish bgt. kkk~

    lucu~ aku ngakak baca ini…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: